Sabtu, 12 Desember 2009

Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak dimiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki sistem kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya.

A Ciri-ciri Umum Vertebrata

Ciri tubuh hewan yang bertulang belakang:

  1. Mempunyai tulang yang terentang dari belakang kepala sampai bagian ekor.
  2. Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.
  3. Tubuh berbentuk simetris bilateral.
  4. Mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak.

Ciri alat tubuh hewan yang bertulang belakang:

  1. Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon untuk pengendalian pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuh.
  2. Susunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.
  3. Bersuhu tubuh panas dan tetap(homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan(poikiloternal).
  4. Sistem pernapasan/respirasi dengan paru-paru(pulmonosum) kulit dan insang(operculum).
  5. Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang terletak di sebelah vertran(depan) dan tulang belakang.
  6. Kulit terdiri atas epidermis(bagian luar) dan endodermis(bagian dalam).
  7. Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel sperma.

B Sistem Organ pada Vertebrata

Sistem Organ

Keterangan

Sistem Gerak

Mempunyai alat gerak aktif berupa otot dan memiliki anggota gerak berpasangan.

Peredaran Darah

Jantung tumbuh baik, dengan ventrikel (ruang bilik) dan atrium (serambi), ada yang beruang dua, tiga atau empat.

Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan sempurna, memanjang dari mulut hingga anus di bawah tulang belakang. Pada umumnya mempunyai gigi, lidah dan mempunyai dua pasang rahang kecuali pada Agnata (Cyclostomata). Terdapat hati dan pankreas.

Pernapasan

Insang untuk vertebrata yang hidup di air dan paru-paru bagi vertebrata yang hidup di darat.

Ekskresi

Dengan sepasang ginjal. Ada yang mempunyai kandung kemih.

Alat Indera dan Sistem Saraf

Mempunyai sistem saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang. Pada umumnya mempunyai sepasang mata dan sepasang telinga dan mempunyai kelenjar hormon.

Reproduksi

Alat reproduksi berpasangan, kecuali pada Aves betina, hanya ovarium kiri yang berfungsi dengan baik. Kelamin terpisah atau hermafrodit di stadium larva dan setelah dewasa sebagai hewan dicious. Fertilisasi eksternal atau internal. Ada yang ovipar, vivipar atau ovovivipar.

C Klasifikasi Vertebrata

1 Pisces

Pisces (ikan) hidup di air, disebut poikiloterm karena suhu tubuh tidak tetap (berdarah dingin), terpengaruh suhu di sekelilingnya. Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis, pada umumnya bersisik. Ada 4 macam sisik yaitu sikloid, stenoid, plakoid dan ganoid. Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa (disebut gurat sisi), untuk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan atau tulang sejati. Mempunyai kolumna vertebratalis (ruas tulang belakang). Mempunyai sepasang rahang, kecuali Agnata (ikan tak berahang).

Klasifikasi Pisces sebagai superkelas meliputi:

1) Agnata atau Cyclostomata (ikan tidak berahang)

Sesuai dengan namanya, Agnata tidak mempunyai rahang. Mulut seperti lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang, parasit pada ikan besar dapat memakan daging inangnya hingga tinggal kulit dan tulangnya. Saluran pencernaan makanan berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Di Indonesia tidak terdapat Agnata; banyak terdapat di Eropa dan Amerika Utara. Contohnya ikan hag (ikan hantu) dan lamprey (belut laut), hanya mempunyai satu lubang hidung (nostril).

2) Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang rawan. Mulut dan lubang hidung terletak ventral, mempunyai lidah dan rahang. Kulit bersisik plakoid dan berlendir. Hidup di laut, bernapas dengan insang. Mempunyai dua pasang sirip dan sirip ekor yang pada umumnya heterocercal. Terdapat kloaka, tidak ada pnumatosista. Contohnya: ikan pari, hiu, dan Narcina sp. yang dapat mengeluarkan lecutan listrik untuk penerangan di laut yang gelap.

3) Osteichthyes (ikan bertulang sejati)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang keras. Mulut berahang, bergigi dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik ganoid, sikloid, atau stenoid, atau tidak bersisik. Jantung beruang dua, darah berwarna pucat mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga mempunyai sistem limfe. Terdapat juga sistem portal renalis. Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisi, indera mata, telinga dalam dengan 3 saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. Hidup di laut, rawa-rawa, atau air tawar. Bernapas dengan insang yang bertutup insang (operkulum).

Contohnya lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp.), kuda laut (Hippocampus sp.), salmon (Salmo trutta salmo), sarden (Sardinops coerulea), tuna (Scomber scombrus), ikan terbang (Cypselurus sp.), ikan mas (Carassius auratus), ikan perak (Cymatogaster aggregatus), dan lain-lain.

Sistem Transportasi pada Pisces

Sistem peredaran pada ikan terdiri dari jantung beruang dua, yaitu sebuah bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung terletak di bawah faring di dalam ronnga perikardium, yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak di anterior (muka). Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung.

Darah ikan tampak pucat dan relatif sedikit bila disbanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bagian dari sistem peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa.

Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh tubuh yang mengandung CO2 kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis. Oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri aferen brakialis dan melaui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh, darah mengikat CO2 . Dengan adanya sistem vena, darah dikembalikan dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Vena yang penting misalnya: vena cardinalis posterior (membawa daraha dari kepala dan badan), vena porta hepatika (membawa darah dari tubuh melewati hati), vena prta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal). Peredaran ddarah pada ikan disebut peredaran tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung.

Sistem Pernapasan pada Pisces

Alat pernapasan ikan pada umumnya adalah insang. Insang pada ikan berjumlah 4 pasang, letaknya di samping kepala sebelah kiri dan kanan. Insang mempunyai penutup insang yang disebut tutup insang atau operkulum. Selama pernapasan berlangsung, tutup insang selalu bergerak membuka dan menutup. Pada waktu mulut terbuka, air masuk ke dalam rongga mulut seperti minum, dan tutup insang menutup. Oksigen yang larut dalam air berdifusi ke dalam kapiler-kapiler darah yang terdapat dalam lembaran-lembaran insang. Kemudian mulut tertutup, tutup insang membuka dan air dalam rongga mulut mengalir keluar melalui insang dengan membawa karbondioksida. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin (labirin berupa lipatan-lipatan yang tidak teratur dan berfungsi untuk menyimpan udara). Oleh karena itu jenis ikan ini dapat hidup di air yang kurang oksigen atau rawa-rawa, misalnya ikan gabus, ikan gurami, dan ikan betok.

Sistem Pencernaan pada Pisces

Saluran pencernaan ikan terdiri dari mulut, esophagus (kerongkongan), lambung, usus, dan anus. Di dalam rongga mulut ikan terdapat lidah pendek yang berada di dasar mulut. Lidah ini tidak dapat digerakkan dan tidak mempunyai fungsi yang berarti. Gigi ikan tumbuh pada bagian rahang atas dan rahang bawah bahkan ada yang tumbuh pada langit-langit mulut. Gigi ikan bertulang keras berbentuk kerucut. Ikan tidak mempunyai kelenjar ludah tetapi mempunyai kelenjar lender dari mulutnya. Lambung merupakan pelebaran dari saluran pencernaan. Antara lambung dengan usus terdapat tiga buah usus buntu (seka). Ikan mempunyai hati, kantung empedu serta saluran empedu yang bermuara ke dalam usus. Pankreas tidak begitu jelas dan bersatu dengan hati yang dikenal dengan hepatopankreas.

Proses pencernaan ikan: makanan masuk melalui mulut, kemudian makanan masuk ke lambung. Dari lambung makanan masuk ke dalam usus untuk diserap, kemudian sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.

Sistem Ekskresi pada Pisces

Ikan mempunyai sistem ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital. Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat di belakang anus. Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomerulus yang jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomerulus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat.

Ginjal mengeluarkan zat sisa yang berupa cairan, sedangkan insang mengeluarkan CO2 . Zat sisa dari ginjal menuju ke luar tubuh dan bermuara pada kloaka.

Sistem Saraf pada Pisces

Sistem saraf ikan yang berkembang biak adalah otak kecil. Otak kecil lebih besar daripada otak besar. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan tubuh dan pusat koordinasi otot tubuh sehingga sesuai dengan aktivitasnya yang membutuhkan kemampuan bergerak cepat dan keseimbangan tubuh.

Sistem Gerak pada Pisces

Rangka pada ikan terdiri atas rangka luar dan rangka dalam. Rangka luar berupa sisik, dan rangka dalam berupa susunan tulang-tulang. Rangka luar berfungsi sebagai pelindung lapisan bagian-bagian dalam tubuhnya. Sedangkan rangka dalam mempunyai tiga macam fungsi yaitu:

a) Sebagai pelindung alat-alat tubuh yang lemah dan penting.

b) Sebagai tempat melekatnya otot atau daging.

c) Untuk menegakkan tubuh.

Sistem Indra pada Pisces

Mata ikan tidak dilindungi oleh kelopak mata tetapi dilindungi epidermis yang tembus cahaya. Ikan mempunyai kornea yang datar, retinanya hanya mengandung sel batang, lensa mata bulat dan tidak kenyal. Indra pembau pada ikan berkembang lebih baik disbanding indra penglihat. Ikan mempunyai indra khusus berupa gurat sisi yang berfungsi menerima rangsangan dari tekanan air.

Sistem Reproduksi pada Pisces

Sistem Genitalia Jantan

a) Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.

b) Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Bagian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka secara terpisah.

Sistem Genitalia Betina

a) Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak terletak pada anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang.

b) Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada Teleostei punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium. Pada bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak memiliki kloaka.

Peranan Pisces bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan pisces yang menguntungkan antara lain:

(1) Sumber protein hewani, vitamin A, asal lemak tak jenuh.

(2) Lemak ikan adalah sumber asam lemak yang tidak jenuh, yang sangat bermanfaat bagi manusia.

(3) Di California, Philipina dan Srilanka, sirip ikan cucut dan ikan pari dikeringkan lalu direbus, dibuat gelati untuk penyedap masakan sup.

(4) Bahan kerajinan (sepatu, tas, sampul buku, pelapis kotak) atau bahan amplas dari kulit ikan cucut yang telah disamak, maka banyak berdiri pabrik penyamak kulit ikan.

(5) Pabrik-pabrik pengawetan ikan (ikan asin, ikan dalam kaleng, pindang, asinan telur ikan, dan lain-lain).

(6) Tulang ikan untuk bahan perekat/lem.

(7) Sisa-sisa ikan dibuat tepung untuk pupuk atau makanan ternak.

(8) Ikan sebagai bahan praktikum atau penelitian demi perkembangan dan kemajuan di bidang sains (ilmu pengetahuan).

(9) Usaha rekreasi tempat-tempat pemancingan dan pemijahan ikan hias.

(10)Sebagai sumber mata pencaharian dengan ternak ikan di kolam-kolam, tambak, pemijahan ikan hias di akuarium, dan lain-lain.

Beberapa peranan Pisces yang merugikan antara lain beberapa jenis ikan dapat menyerang dan melukai manusia (ikan pari dengan racun pada ekornya, ikan cucut sering merusakkan jarring para nelayan). Beberapa ikan besar juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merupakan kompetisi yang merugikan bagi manusia.

2 Amphibi

Amphibi tergolong hewan poikiloterm (berdarah dingin). Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulitnya lembap berlendir, terdiri dari dermis dan epidermis. Warna kulit bermacam-macam karena adanya pigmen di dalam dermis (biru, hijau, hitam, cokelat, merah, dan kuning) tepat di bawah epidermis. Mempunyai dua lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Penghubung rongga hidung dan rongga mulut disebut koane, terletak di kanan kiri tulang vormer yang berbentuk V. Sedang antara rongga mulut dengan rongga telinga disebut Eustachii. Endoskeleton mempunyai kolumna vertebralis (ruas tulang belakang). Terdapat sepasang rahang, gigi, lidah, dan langit-langit.

Klasifikasi Amphibi meliputi tiga ordo, yaitu:

1) Urodela (Caudata)

Pembagian tubuh terdiri atas kepala, badan, ekor. Kaki sama besar. Bentuk larva sama dengan dewasa. Larva bernapas dengan insang, dewasa dengan paru-paru. Pada beberapa jenis hewan dewasa tetap mempunyai insang, misalnya Proteus, Necturus, dan Siren.

Contoh:

- Axolot (hidup di Mexico)

- Ranodon sp. (hidup di Asia)

- Megalobatrachus japonicus (salamander raksasa), di Cina dan Jepang panjang tubuh hingga 1,5 meter.

2) Apoda (Gymnophiona)

Bentuk serupa cacing, tidak berkaki, ekor pendek. Kulit lunak mengeluarkan cairan yang merangsang. Sisik terpendam dalam kulit. Mempunyai tentakel di antara mata dan hidungnya. Mata tidak berkelopak. Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang dapat ditonjolkan keluar. Contohnya Ichthyosis glutinosus (salamander cacing) di Asia. Hidup menggali lubang atau di tempat-tempat gelap yang basah.

3) Anura atau Salientia (amphibi tidak berekor)

Pembagian tubuh terdiri atas kepala dan badan, tak berekor, tak berleher. Kaki depan pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk melompat.

Mempunyai selaput renang di antara jari. Kulit berperan sebagai alat pernapasan. Fertilisasi eksternal. Larva hidup di air disebut berudu, bernapas dengan insang dan kulit, mengalami metamorfosis menjadi dewasa dan bernapas dengan paru-paru dan kulit yang selalu basah dan berlendir. Contohnya: Rana pipiens (katak hijau) dan Bufo terrestris (katak bangkong).

Sistem Transportasi pada Amphibi

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel-sel darah (korpuskula), yakni sel-sel darah merah, sel darah putih dan keping sel darah.

Jantung katak terdiri dari:

a) Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior.

b) Dua buah serambi, yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister).

c) Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal dari jantung.

d) Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik.

Untuk mencegah berbaliknya aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat katup (valve), sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum). Di dalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis. Darah yang mengandung CO2 , dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava (pembuluh balik tubuh). Drarah ini mula-mula berkumpul di sinus venosus, dan kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. Pada saat itu, darah yang mengandung O2 , yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri. Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik. Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2 .

Untuk selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) di seluruh jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali ke jantung melewati pembuluh balik yang kecil, (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung. Sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular. Pada katak dikenal adanya sistem porta, yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena) saja.

Sistem Pernapasan pada Amphibi

Ketika masih berudu katak bernapas dengan insang. Katak dewasa menyerap oksigen melalui paru-paru, kulit, dan selaput mulut. Pernapasan katak dewasa yang utama dengan paru-paru. Pada paru-paru terdapat gelembung paru-paru yang banyak mengandung kapiler darah tempat pertukaran gas. Katak menyerap oksigen melalui kulit dengan cara difusi ke dalam pembuluh darah kapiler pada kulit tersebut. Cara memasukkan oksigen melalui selaput mulut juga dilakukan dengan cara difusi.

Sistem Pencernaan pada Amphibi

Salah satu contoh amphibi adalah katak. Saluran pencernaan pada amphibi terdiri atas mulut, kerongkongan (esophagus), lambung (ventrikulus), usus (intestinum), dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas. Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vormer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Jika ada serangga, katak menjulurkan lidahnya dan serangga itu akan melekat pada lidah yang berlendir.

Proses pencernaan katak : makanan masuk ke dalam mulut, kemudian melalui kerongkongan makanan ditelan masuk ke dalam lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Di dalam usus halus yang dindingnya mengandung pembuluh kapiler, sari makanan diserap, kemudian sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui lubang kloaka.

Sistem Ekskresi pada Amphibi

Alat pengeluaran pada amphibi adalah ginjal, paru-paru, dan kulit. Ginjal bermuara pada kloaka. Kulit pada amphibi khususnya katak mengeluarkan lendir. Pada proses pernapasan amphibi, paru-paru berfungsi mengeluarkan gas CO2 dan uap air. Saluran ekskresi pada katak jantan dan betina memiliki perbedaan, pada katak jantan saluran kelamin dan saluran urine bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah.

Sistem Saraf pada Amphibi

Bagian-bagian otak katak tidak membesar tetapi memanjang. Otak katak yang berkembang adalah otak tengah. Otak tengah tumbuh berupa dua gelembung sebagai pusat penglihatan. Otak kecil tidak berkembang, hanya berupa lengkungan mendatar menuju ke arah sumsum lanjutan.

Sistem Gerak pada Amphibi

Pada amphibi yang hidup di air dan di darat, terdapat rangka yang lebih memungkinkan untuk bergerak bebas di darat. Selain tulang-tulang tengkorak dan tulang badan, amphibi memiliki tulang anggota gerak berupa tungkai depan dan tungkai belakang. Tungkai belakang lebih panjang daripada tungkai depan sehingga katak dapat melompat jauh.

Sistem Indra pada Amphibi

Mata katak terdapat selaput tidur (membrana niktitan). Membrana niktitan merupakan kelopak tambahan yang berfungsi untuk menghindari gesekan ketika berenang dan menjaga mata agar tetap basah selama di darat. Mata katak tidak mampu berakomodasi tetapi mampu mengubah keseimbangan lensa.

Telinga katak terdiri atas gendang telinga, tulang pendengar, dan telinga dalam. Getaran diterima gendang telinga kemudian diteruskan tulang pendengar ke tingkap jorong, selanjutnya diteruskan oleh cairan limfa ke saraf pendengar.

Sistem Reproduksi pada Amphibi

Sistem Genitalia Jantan

a) Testis berjumah sepasang, berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum, terletak di bagian posterior rongga abdomen.

b) Saluran reproduksi. Tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vasikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke medial menuju ke bagian cranial ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai.

Sistem Genitalia Betina

a) Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupun korpus adiposum berasal dari plica gametalis, masing-masing gonalis dan pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh mesovarium.

b) Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya disebut oskum abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka.

Peranan Amphibi bagi Kehidupan Manusia

a) Dimanfaatkan di bidang kedokteran untuk diambil racunnya sebagai penguat denyut jantung.

Contoh: racun Bufotalin (C119 H117 O25 ) dan racun Bufotenin (C6 H9 NO) dari katak Bufomarmus.

b) Keperluan praktikum zoology bagi para siswa dan mahasiswa.

c) Jenis Urodela (Megalobatrachus maximus) disukai orang Jepang, jenis Rana sp. disukai orang di Cina dan Jepang untuk dimakan.

d) Di bedang pertanian dan peternakan, amphibi berperan sebagai predator alami serangga.

3 Reptilia

Tubuh terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor. Kepala relati kecil. Ruas tulang ekor tidak mengalami penulangan, hingga dapat diputuskan untuk menipu musuh (disebut autotomi) dan dapat tumbuh kembali (regenerasi).

Kulit reptilia kering, bersisik dari zat tanduk, tak berlendir dan sedikit mengandung kelenjar. Kelenjar bau pada kura-kura terletak antara eksoskeleton dan karapaks (tempurung bagian atas) dan plastron (tempurung bagian bawah). Pada ular dan buaya, kelenjar bau terletak di dekat kloaka. Pada reptilian, kulit luar yang menanduk secara periodik dapat mengelupas, sedikit demi sedikit (pada bengkarung) atau keseluruhan (pada ular) disebut ekskufikasi. Kura-kura dan buaya tidak mengalami ekskufikasi. Pada kulit terdapat pigmen santofora (kuning), guanofora (biru), melanofora (cokelat kehitaman), dan sebagainya. Reptilia termasuk poikiloterm, menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan. Meskipun hidup di air tetap bernapas dengan paru-paru. Alat suara terdapat pada pangkal trakhea.

Klasifikasi Reptilia

1) Rhynchocephalia

Kebanyakan sudah menjadi fosil, merupakan reptilian primitif dan reptilian tertua hingga sekarang. Contohnya Sphenedon punctatum, yang dijuluki fosil hidup.

2) Chelonia

Tubuh pendek dan lebar dilindungi karapaks dan plastron. Tidak bergigi, lidah tidak dapat dijulurkan. Contoh: penyu Chelonia mydas hidup di laut dan kura-kura raksasa (Testuda gigantea).

3) Crocodilia (Loricata)

Berkulit tebal, lidah pipih tidak dapat dijulurkan. Di pangkal lidah terdapat lipatan transversal sebagai penutup faring sewaktu membuka mulut di air. Tidak mempunyai kandung kemih. Contohnya buaya Indonesia (Crocodylus porosus), buaya Amerika (Alligator mississippiensis), buaya India (Gravialis gangeticus).

4) Squamata (reptilia bersisik)

Digolongkan menjadi dua, yaitu:

a) Lacertilia (Sauria)

Gigi melekat pada rahang, lidah dapat dijulurkan, kelopak mata dapat dipejamkan.

Contoh:

  • Lacerta agilis (kadal atau bengkarung)
  • Mabouya multifasciata (kadal Indonesia)
  • Calotus jubatus (lunduk atau bunglon)
  • Hemidactylus frenatus (cicak), membela diri dengan autotomi
  • Varanus komodoensis (komodo)

b) Ophidia (Serpentes)

Pada umumnya tidak berkaki, lidah bercabang dua, dapat dijulurkan dengan keadaan mulut tertutup. Gigi melengkung ke dalam sebagai alat pencengkeram mangsa. Kelenjar parotis ada yang menghasilkan racun dan keluar lewat lubang taring. Untuk membuka mulut lebar-lebar supaya dapat menelan mangsa secara utuh, terdapat tulang kuadrat bebas dari tulang kepala dan mandibula; tulang langit-langit bergerak bebas dan adanya pertautan ujung dua mandibula (rahang bawah) oleh ligamentum yang elastis. Penciuman tajam karena mempunyai organ Jacobson, yang dapat terangsang secara kimia, di rongga hidungnya. Hanya memiliki satu paru-paru di kiri. Kopulasi dengan sepasang hemipenis.

Contoh:

  • Ular tak berbisa antara lain: Natrix sp. (ular air), Phyton reticulates (ular sanca=ular sawah)
  • Ular berbisa antara lain:

- Naja tripudians (ular kobra)

- Boiga sp. (ular pohon)

- Bungarus candidus (ular belang)

- Crotalus horridus (ular derik), jika akan menyerang, ekor bergoyang mengeluarkan bunyi gemerincing

Sistem Transportasi pada Reptilia

Sistem peredaran darah pada reptilian lebih maju bila dibandingkan dengan sistem peredaran amphibi karena adanya pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam jantung. Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian depan ventral. Jantung terdiri dari sinus venosus, serambi kiri dan serambi kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan.

Pada umumnya, di antara dua bilik terdapat sekat (septum) yang tidak sempurna, kecuali pada buaya. Pada buaya sekat tersebut hampir sempurna dan terdapat pada tempat pertemuan arteri sistemik kanan dan kiri. Arteri sistemik merupakan arteri yang berasal dari jantung menuju ke aorta.

Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus, menuju ke serambi kanan kemudian ke bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru, melalui arteria pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus. Dua arkus aortikus ini lalu menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis yang mensuplai darah ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang. Dari seluruh jaringan tubuh, darah menuju ke vena, kemudian menuju sinus venosus dan kembali ke jantung.

Sistem Pernapasan pada Reptilia

Reptil bernapas dengan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.

Sistem Pencernaan pada Reptilia

Saluran pencernaan pada reptile terdiri dari mulut, esophagus (kerongkongan), lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Pada mulut reptile terdapat gigi, lidah, dan ludah. Giginya tumbuh pada rahang atas dan bawah. Pada ular berbisa, terdapat pula gigi bisa atau gigi beracun yang tumbuh pada langit-langit mulut. Bisa atau racun digunakan untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya.

Lidah pada cicak digunakan untuk menangkap mangsa. Ular, bengkarung, cicak atau reptil yang lain tidak mengunyah mangsa. Gigi berfungsi untuk menangkap mangsa. Kelenjar ludah yang terdapat pada rongga mulut menghasilkan lendir yang berguna untuk membantu memudahkan menelan mangsa atau makanan. Makanan yang tertangkap langsung ditelan.

Bentuk lambung pada reptil sesuai dengan bentuk tubuhnya. Kura-kura memiliki lambung agak membulat, ular dan bengkarung memiliki bentuk lambung yang memanjang.

Proses pencernaan reptil: makanan masuk melalui mulut. Kemudian makanan masuk ke kerongkongan dengan bantuan lendir, seterusnya makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung makanan dihancurkan, kemudian sari-sari makanan diserap dalam usus halus masuk ke dalam usus besar kemudian dikeluarkan melalui lubang kloaka.

Sistem Ekskresi pada Reptilia

Sistem ekskresi pada reptile berupa ginjal, paru-paru, kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme. Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.

Sistem Saraf pada Reptilia

Otak besar pada reptilian meluas ke atas dan menutupi otak tengah. Otak besar berkembang dengan baik, yaitu dengan adanya tonjolan sehingga pusat saraf pembau jelas kelihatan.

Sistem Gerak pada Reptilia

Reptil memiliki rangka luar dan rangka dalam. Rangka luar berupa sisik (misalnya ular), kulit yang keras (misalnya buaya) atau bentuk perisai (misalnya kura-kura). Fungsi rangka luar sebagai pelindung.

Rangka dalam reptil bermacam-macam sesuai dengan lingkungan hidupnya. Ular tidak bertungkai, kura-kura memiliki rangka dalam yang pendek dan buaya memiliki rangka yang terdiri atas tulang tengkorak, badan, dan tungkai.

Sistem Indra pada Reptilia

Indra reptil yang berkembang baik adalah indra pembau, terutama pada ular dan kadal. Letak indra pembau di ujung lidah dan langit-langit rongga mulut. Indra pembau pada ular dan kadal berupa lubang-lubang kecil yang tepinya terdapat sel-sel pembau.

Sistem Reproduksi pada Reptilia

Sistem Genitalia Jantan

a) Testis berbentuk oval relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan daripada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.

b) Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang yaitu sinus urogenital yang pendek.

Sistem Genitalia Betina

a) Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.

b) Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur.

Peranan Reptilia bagi Manusia

a) Sebagai predator alami contoh: ular pemakan tikus, dan bengkarung pemakan serangga.

b) Sebagai bahan baku kerajinan (sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, sisir) dari kulit buaya, kulit ular, kulit biawak atau karapaks/plastron kura-kura.

c) Sebagai bahan pangan, contoh: daging ular, daging kura-kura, telur penyu dan lain-lain.

d) Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia untuk berbagai bahan onat-obatan.

Beberapa reptilia juga merugikan, antara lain ular sering mencuri telur atau hewan ternak kita. Ular berbisa dapat membunuh manusia.

4 Aves

Tubuh aves terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Badan dilindungi oleh kulit yang berbulu. Menurut letaknya terdapat 5 macam bulu, yaitu Remiges (pada sayap), Rektrises (pada ekor), Tertrises (penutup badan), Alula (pada jari-jari sayap), dan Paraterum (di sekitar bahu). Menurut bentuk ada 3, yaitu plumae, plumulae (lunak), dan filoplumae (seperti rambut bertangkai panjang).

Pada sayap dan ekor, bulu gugur dalam pasangan-pasangan yang simetris. Bulu yang hanya tumbuh pada tempat tertentu dan teratur disebut apteria.

Paruh burung tidak bergigi. Paruh dibentuk oleh maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada pangkal paruh terdapat tonjolan ke atas dari kulit lunak, disebut sora. Leher (diselubungi bulu-bulu jenis plumulae) mempunyai kelenjar minyak (glandula uropygialis). Tulang burung relatif ringan karena berongga. Tulang dada mempunyai tempat melekatnya otot terbang. Gelang bahu terbentuk oleh sepasang tulang korakoid, sepasang scapula, dan sepasang klavikula. Ketiga tulang tersebut membentuk lubang (foramen trioseum) tempat otot dada kecil (musculus pectoralis minor) yang berfungsi mengangkat sayap. Tulang rusuk melekat pada tulang dada, di bagian belakang melekat pada tulang leher atau tulang punggung.Vertebrae terdiri atas tulang leher, tulang punggung, dan tulang ekor.

Aves memiliki kantong suara (siring) yang terdapat pada percabangan trakea, digerakkan oleh otot siringialis (penghubung siring) dengan dinding trakea sebelah dalam dan otot sterno trakhealis (penghubung trakhea dengan tulang dada).

Aves termasuk homoioterm (hewan berdarah panas). Suhu tubuh tetap, ±40,50 hingga 420 C. Mampu melindungi telur dan anak-anaknya. Habitat di daratan sampai ketinggian ±6000 m. Ada yang menetap, ada pula yang bermigrasi.

Klasifikasi Aves

Aves (burung) meliputi banyak sekali ordo, beberapa ordo telah punah, antara lain:

1) Aepyornithiformes: burung gajah, tinggi ±3 m, telur 21-30 cm (terdapat di Malagasi).

2) Dipornithiformes: tinggi ±3 m, telur 14-18 cm (di Selandia Baru).

3) Hesperornis dan Ichthyornis (burung bergigi, di Amerika Serikat).

4) Archaeopteryx (bergigi, tidak mempunyai pigostil; fosilnya terdapat di Jerman).

5) Diatrymiformes (tak dapat terbang, paruh besar, terdapat di Amerika Serikat).

Beberapa ordo yang masih ada, antara lain:

1) Rosares (Galliformes)

Kaki untuk mengais dan berlari. Paruh pendek.

Contoh:

- Gallus domestica (ayam buras)

- Pavo cristatus (merak)

- Meleagris gallopavo (kalkun)

- Megacephalon maleo (Maleo di Sulawesi Utara)

2) Ratites (Palaeognathae): meliputi beberapa ordo burung yang tidak dapat terbang (burung berjalan).

- Struthioniformes

Struthio camelus (burung unta) dari Afrika.

- Casuariiformes

Casuarius galeatus (burung kasuari). Terdapat di Pulau Seram, Papua, dan Australia.

- Apterygiformes

Apteryx australis (kiwi). Hidup di Selandia Baru.

- Rheiformes

Rhea americana (burung Rea). Terdapat di Amerika.

3) Natatores (Anseriformes): Burung berenang, kaki pendek, terdapat membrane kulit di antara jari-jari (selaput renang pada kaki). Ekor pendek; ketika kecil berbulu halus seperti kapas, paruh melebar berkristae (penyaring).

Contoh:

Anser albifrons (entok), Anas platyrhynchos (itik), Cygnus sp. (angsa), Dendrocygna javanica (belibis).

4) Grallatores (Ciconiiformes)

Kepala botak; paruh, leher dan tungkai panjang. Hidup berkelompok, makanannya hewan air.

Contoh:

Ardeola sp. (blekok), Phoenicopterus rubber (flamingo), Leptoptilus javanicus (bangau Jawa).

5) Coraciiformes (burung raja)

Paruh besar, kepala besar, tungkai pendek. Pemakan ikan, udang, katak, kupu-kupu kecil, kumbang, lebah, dan lain-lain.

Contoh:

Alcedo menintina (raja udang), Buceros rhinoceros (rangkong): bersuara keras sekali.

6) Columbiformes (burung dara)

Pemakan biji-bijian. Paruh pendek dengan sora di pangkalnya. Tembolok besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan diberikan kepada anaknya semasa masih kecil lewat paruhnya (disebut “susu merpati”).

Contoh:

Columba fasciata (merpati), Geopelia struata (perkutut), Streptopelia sinensis (tekukur).

7) Apodiformes (burung dengung)

Tubuh kecil ±5,6 cm. Paruh lembek, lidah panjang, dapat dijulurkan; membuat sarang dari saliva (sekret ludahnya).

Contoh:

Archilochus colibris (burung kolibri/hummingbird) di Amerika Utara, Chaetura pelagica (walet), Apus affinis (lelayang).

8) Oscines (Passeriformes)/burung penyanyi

Pita suara berfungsi bagus. Tiga jari kaki menghadap ke depan, satu jari arah ke belakang, sesuai untuk bertengger. Telur berwarna-warni, ketika menetas anaknya masih buta. Pemakan serangga maupun berbagai biji-bijian.

Contoh:

Passer montanus (burung gereja), Serinus canaria (burung kenari), Paradisea apoda (cendrawasih), Sturnidae jalla (burung jalak).

Sistem Transportasi pada Aves

Jantung burung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 serambi dan 2 bilik. Sistem peredaran darahnya adalah sistem peredaran darah ganda dan tertutup. Sistem peredaran darah ganda artinta dalam satu kali beredar darah melalui jantung dua kali. Sistem peredaran darah tertutup artinya peredaran darahnya selalu di dalam pembuluh darah.

Darah kaya oksigen dipompa dari bilik kiri menuju seluruh tubuh melalui aorta. Di sel-sel tubuh, oksigen dibebaskan, namun karbondioksida diikat. Darah yang menjadi miskin O2 namun kaya CO2 ini mengalir melalui venamenuju serambi kanan dan masuk bilik kanan. Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung ini disebut peredaran darah besar.

Dari bilik kanan, darah yang miskin O2 namun kaya CO2 dipompa agar mengalir ke paru-paru. Di paru-paru CO2 dilepaskan dan O2 diikat. Darah dari paru-paru yang telah kaya O2 masuk ke jantung lagi melalui serambi kiri. Dari serambi kiri darah masuk ke bilik kiri. Peredaran darah dari jantung menuju paru-paru kembali ke jantung disebut peredaran kecil.

Sistem Pernapasan pada Aves

Saluran pernapasan burung terdiri atas lubang hidung, batang tenggorok, cabang batang tenggorok, dan paru-paru. Selain paru-paru, burung mempunyai alat pembantu peranapasan yaitu pundit-pundi udara yang merupakan perluasan dari paru-paru. Pertukaran gas terjadi di paru-paru.

Pundi-pundi udara yang dimiliki burung berfungsi untuk:

a. Membantu pernapasan ketika terbang.

b. Mengatur berat jenis tubuh.

c. Memperkeras suara yang dihasilkan siring.

Pada waktu terbang, kadang-kadang burung melayang tanpa mengepakkan sayapnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kembali pundit-pundi udaranya. Burung juga mengisi pundit-pundi udaranya ketika hinggap.

Sistem Pencernaan pada Aves

Susunan alat pencernaan burung terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Tembolok merupakan pembesaran kerongkongan bagian bawah untuk menyimpan makanan sementara. Lambung terdiri atas dua bagian, yaitu:

  1. Lambung Kelenjar

Dinding lambung kelenjar mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung.

  1. Lambung Pengunyah atau Empedal

Dinding empedal mengandung otot-otot yang kuat untuk menghancurkan makanan. Untuk membantu pencernaan makanan, burung pemakan biji-bijian menelan kerikil atau pasir.

Proses pencernaan burung: makanan masuk melalui mulut, kerongkongan, dan tembolok. Di dalam tembolok makanan disimpan sementara. Kemudian makanan masuk ke lambung kelenjar, selanjutnya makanan masuk ke lambung pengunyah untuk dilumatkan. Makanan yang telah halus masuk ke usus halus dan sari-sari makanan diserap dinding-dinding usus halus. Sisa makanan dikeluarkan melalui kloaka.

Sistem Ekskresi pada Aves

Alat pengeluaran pada burung terdiri atas ginjal, paru-paru, dan kulit. Ginjal menyatu dengan urogenital, bermuara di kloaka. Sisa ekskresi adalah: asam urat melalui feses, NaCl melalui nares (hidung), dan minyak untuk meminyaki bulu-bulunya.

Sistem Saraf pada Aves

Susunan saraf burung terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak besar burung permukaannya tidak belipat-lipat sehingga jumlah neuronnya tidak banyak. Otak tengah berkembang membentuk dua gelembung, hal ini berhubungan dengan fungsi penglihatannya (sebagai pusat penglihatan). Otak kecil memiliki banyak lipatan sehingga dapat menambah jumlah neuron yang banyak, hal ini berguna untuk mengatur keseimbangan burung ketika terbang. Pusat pembau burung berukuran kecil sehingga indra pembau kurang berkembang.

Sistem Gerak pada Aves

Burung memiliki tulang-tulang yang khas yang memungkinkannya untuk terbang. Anggota gerak depan berubah fungsi menjadi sayap. Telapak tangan dan jari-jari tidak berkembang. Tulang dada membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot yang menggerakkan sayap.

Sistem Indra pada Aves

Pada retina mata burung ada dua macam sel indra penerima rangsang cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang peka terhadap rangsang cahaya lemah sedangkan sel kerucut peka terhadap cahaya yang kuat. Burung malam memiliki retina yang banyak mengandung sel batang. Burung siang memiliki banyak sel kerucut. Lensa mata pada burung mempunyai akomodasi yang baik.

Sistem Reproduksi pada Aves

Sistem Genitalia Jantan

a) Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukaannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Disinilah dibuat dan disimpannya spermatozoa.

b) Saluran reproduksi. Tubulusmesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentu sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori. Duktus aferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktus deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.

Sistem Genitalia Betina

a) Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.

b) Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian anterior adalah infundibulum yang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjtnya istmus yang mensekresikan membran sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.

Peranan Aves bagi Manusia

Aves memiliki fungsi:

a) Sumber protein hewani (daging dan telurnya).

b) Telur ayam dan itik untuk ramuan obat-obatan atau membuat kue.

c) Sebagai bahan perindustrian, contoh shuttle cock untuk bulu tangkis dibuat dari bulu plumae, sedang selimut, bantal, kasur dibuat dari bulu plumulae (itik, ayam, angsa, dan lain-lain).

d) Membuka lapangan kerja dengan beternak ayam, itik, angsa, merpati, parkit, dan perkutut. Terutama burung walet.

e) Burung dilatih dan dilombakan, contoh: merpati pos untuk mengantar surat, lomba suara perkutut, dan lain-lain.

f) Berbagai burung diawetkan utuh dengan mengganti isi perutnya dengan kapas sehingga tampak seperti masih hidup (taxidermi).

g) Untuk dinikmati suaranya dan keindahan bulunya.

h) Sebagai predator alami. Burung-burung pemakan insekta juga berperan sebagai pengendalian hayati alamiah.

i) Di bidang sains dipergunakan untuk praktikum para siswa dan mahasiswa.

5 Mamalia

Pembagian tubuh mamalia terdiri atas kepala (caput), leher (serviks), badan (trunkus), dan ekor (kauda). Badan tertutup rambut. Antara rongga dada (cavum thoracis) dan rongga perut (cavum abdominis) terdapat diafragma. Pada diafragma dilalui oleh aorta, pembuluh darah, syaraf, dan kerongkongan. Dinding rongga dada dilapisi oleh pleura, dinding rongga perut oleh peritonium, dan dinding rongga jantung dibentuk oleh perikardium. Mempunyai glandula mammae (kelenjar air susu) dan punting susu, tempat bermuaranya saluran-saluran glandula mammae). Kulit memiliki kelenjar minyak (untuk meminyaki rambut) dan kelenjar keringat. Terdapat tipe-tipe incicivus (gigi seri), caninus (taring), premolar (geraham depan), dan molare (gigi geraham). Bentuk gigi adaptif dengan jenis makanannya; ada yang berlapis email, ada yang tidak. Pada marmot terdapat diastema, yaitu celah tanpa gigi antara gigi seri dengan premolare, karena tidak memiliki taring.

Mamalia ada yang hidup di darat, di air, atau di pohon-pohon. Pada umumnya vivipar; jumlah anak setiap kali melahirkan satu ekor; ada pula yang 3 sampai 8 ekor. Melahirkan anak melalui vagina. Perkembangan embrio di dalam rahim merupakan cirri khas mamalia. Banyak mamalia yang mempunyai misai atau kumis (rambut-rambut kaku di atas bibir).

Klasifikasi Mamalia

Mamalia meliputi banyak sekali ordo, antara lain:

a. Monotremata (mamalia berparuh dan berkloaka)

Gigi hanya ada sebelum dewasa. Berparuh, bertelur, mengeram, tubuh berambut, tidak mempunyai daun telinga (auricular atau pinnae). Hewan jantan mempunyai taji (berhubungan dengan kelenjar racun). Penis hanya untuk lewat sperma (urin tidak), testis dalam abdomen. Oviduk bermuara ke dalam kloaka. Ekor pipih.

Hewan betina, tidak beruterus dan tidak bervagina, tanpa putting susu tetapi menyusui anaknya. Pemakan invertebrate yang hidup di air.

Contoh:

- Ornithorhynchus anatinus (itik platypus di Australia dan Tasmania).

- Tachyglossus aculeatus (di Papua, Tasmania, Australia), semut dan anai-anai dapat melekat pada lidahnya yang panjang. Telur dieramkan dalam kantong di dinding perutnya (terdapat muara glandula mammae pada suatu cekungan di dinding perut).

b. Insektivora (mamalia pemakan insekta)

Berjari lima (pentadactyla), gigi runcing banyak sekali.

Contoh:

- sperti tupai=tikus pohon (Tupaja javanica).

- celurut=tikus kesturi, berbau busuk (Crocidura brunnea).

c. Carnivora (mamalia pemakan daging)

Bertaring besar dan panjang, gigi seri kecil. Uterus terbagi dua (bicornis), bercakar tajam.

Contoh:

- singa (Felis leo)

- kucing (Felis catus)

- panda (Ailurus sp.)

- anjing (Canis familiaris)

- serigala (Canis lupus)

d. Rodentia (mamalia pengerat)

Berjari lima (pentadactyla), tak bergigi taring. Gigi seri berbentuk pahat (dapat tumbuh terus).

Contoh:

- tikus mencit (Mus musculus)

- tikus wirok (Bandicota indicasetifera)

- marmot (Cavia cobaya)

- hamster (Cricetus griseus)

- landak (Hystrix brachyuran), memiliki duri-duri

e. Lagomorpha

Seperti Rodentia tetapi gigi serinya 4 atau lebih, gigi molare dapat tumbuh terus, ekor pendek, kuat dapat digerakkan.

Contoh:

Berbagai macam kelinci

- kelinci domestikasi (Oryctologus cuniculus).

- pika (Ochotona sp.)

f. Sirenia (sapi laut)

Mirip Cetacea, tidak ada daun telinga, tidak ada tungkai belakang. Tungkai depan seperti dayung, kulit tebal sedikit rambut. Hidup di laut atau air tawar.

Contoh:

- sapi laut (Tricheonus)

- dugong Australia (Halicore dugong)

g. Cetacea (Paus)

Mirip Sirenia, tidak ada daun telinga. Tidak ada rambut, tidak ada kelenjar-kelenjar di kulit. Tidak ada tungkai belakang, tungkai depan disebut flipper seperti dayung. Bentuk gigi semua sama dan tidak berlapisan email, atau tidak bergigi. Jari lebih dari lima (hyperdactyli). Hidup di laut atau air tawar, lambung (ventrikulus) terbagi 4.

Contoh:

- pesut (Orcella fluminalis)

- paus (Balaenoptera borealis)

- lumba-lumba laut (Dolphinus delphis)

h. Chiroptera (mamalia bersayap tangan)

Pemakan buah-buahan di malam hari (nocturnal), gigi runcing tajam. Kaki belakang lebih kecil. Terdapat selaput (lipatan kulit) antar jari-jari, dari tungkai depan hingga tungkai belakang, berguna untuk terbang dengan gerakan seperti gerakan sayap burung. Terkenal dengan julukan “mamalia terbang”.

Contoh:

- kalong (Pteropus edulis), pemakan buah-buahan

- kelelawar (Myotes sp.), insektivora

- kelelawar vampire (Desmodus sp.), pengisap darah sapi atau kuda dan sebagainya

i. Dermoptera (mamalia bersayap kulit)

Mirip pada kelelawar dengan lipatan kulit (patagium) berambut dari leher, antara jemari tungkai depan dan tungkai belakang, dan antar jari tungkai belakang hingga bagian ekor (seperti parasut berbulu). Terkenal dengan julukan “monyet terbang”. Gigi runcing tajam, keempat tungkai sama panjang.

Contoh:

- kubung (Galeopterus variegates)

- pemakan daun dan buah-buahan di Asia Tenggara (Gakopithecus sp.)

j. Marsupialia (mamalia berkantung)

Mamalia yang memiliki marsupium (kantung pada dinding perut yang menutupi putting susu). Terdapat sepasang uterus dan sepasang vagina. Tidak berplasenta. Perkembangan ovum di dalam uterus hanya sampai sebelum fetus terbentuk, terus keluar dan masuk ke marsupium. Menempel pada papilla mammae dengan mulutnya hingga selesai perkembangannya. Marsupium juga digunakan untuk perlindungan.

Contoh:

- Phalanger sp. (kuskus)

- Macropus sp. (kanguru)

- Phascolomys sp. (wombat)

- Didelphia marsupialis (opossum)

- Phascolartus sp. (koala)

k. Probosoidea (mamalia berproboscis)

Tubuh besar, mempunyai proboscis (modifikasi hidung menjadi belalai) dengan dua lubang hidung, dapat untuk memegang. Kepala besar, leher pendek, telinga lebar. Hanya memiliki gigi seri atas dua buah yang tumbuh panjang disebut gading (tidak berlapis email). Molar 12 buah, berlapis email, berfungsi mengunyah makanan (ada yang kurang dari 12). Kaki lurus seperti tiang, menapak pada jari-jari (digitigrad). Berat badan sekitar 300-350 kg, umur dapat mencapai 50 tahun. Hidup berkelompok.

Contoh:

- Elephas cyclotis (gajah Afrika)

- Elephas maximus (di Sumatera)

l. Pinnipedia

Termasuk karnivora yang tidak terdapat di Indonesia.

Contoh:

- Phoca vitalina (anjing laut)

- Eumetopias jubata (anjing laut)

- Mirounga sp. (gajah laut)

- Zalophus sp. (singa laut)

m. Pholidota (mamalia bersisik, tak bergigi)

Umumnya tak bergigi, tidak terdapat clavicula. Tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk (modifikasi dari rambut). Bagian tubuh ventral berambut. Makan semut, anai-anai dan lain-lain yang ditangkap dengan lidah panjang yang dapat dijulurkan. Dapat berpegangan dengan ekornya.

Contoh:

- Manis javanica (trenggiling)

n. Perissodactyla (mamalia berjari ganjil)

Telapak kaki berjari ganjil, dibungkus kuku dari zat tanduk. Tidak bertanduk. Lambung sederhana, tidak memiliki vesica fellea (kantong empedu).

Contoh:

- Equus caballus (kuda)

- Equus zebra (zebra)

- Equus asinus (keledai)

- Rhinoceros sondaicus (badak Jawa, bercula satu)

- Tapirus indicus (tapir Asia Tenggara), disebut juga tenuk atau sipan

o. Artiodactyla (mamalia berjari genap)

Digolongkan menjadi 2:

Ruminansia (Pecora): mamalia memamah biak. Kaki panjang, berjari genap. Umumnya bertanduk, tidak bertaring. Lambung terbagi 4 kompartemen: rumen (perut besar), reticulum (perut jala), omasum (perut kitab-kitab), abomasums (perut masam).

Contoh:

- Bos indicus (sapi asal India)

- Bison bison (bison Amerika)

- Anoa depressi cornis (anoa di Sulawesi)

- Giraffa camelopardalis (jerapah Afrika)

- Cervus equines (kijang)

- Tragulus sp. (kancil)

Non-Ruminantia (Bunodontia): Tidak memamah biak, lambung tidak terbagi 4 kompartemen, bertaring, tidak bertanduk.

Contoh:

- Hippopotamus amphibious (kuda nil di Afrika)

- Sus vittatus (babi hutan/celeng)

p. Primata

Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu anak. Tangan dan kaki berjari 5, berkuku, dapat untuk memegang.

Sistem Transportasi pada Mamalia

Gambar sistem peredaran darah mamalia :

Jantung mamalia terbagi menjadi empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Antara seram,bi kiri dan serambi kanan dibatasi oleh sekat yang sempurna. Anatar bilik kiri dan bilik kanan juga dibatasi oleh sekat yang sempurna. Darah kotor (kaya karbondioksida) dari seluruh tubuh masuk melalui serambi kanan lalu menuju ke bilik kanan. Dari bilik kanan, darah dipompa menuju paru – paru. Di dalam paru – paru terjadi pertukaran karbondioksida dan oksigen. Darah yang kaya oksigen diangkut menuju serambi kiri lalu diteruskan ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh bagian tubuh. Sistem peredaran darah mamalia merupakan system peredaran darah ganda karena dalam satu kali beredar, darah melewatu jantung dua kali.

Sistem Pernapasan pada Mamalia

Gambar sistem pernafasan

Alat pernafasan mamalia terdiri dari rongga hidung, faring, trachea, bronkus, dan paru – paru. Udara masuk melalui rongga hidung. Di dalam rongga hidung udara mengalami penyaringan dan penghangatan. Kemudian udara masuk ke faring lalu menuju trachea. Selanjutnya udara msuk ke bronkus. Bronkus bercabang dua. Satu menuju paru – paru kanan. Satu menuju ke paru – paru kiri. Di dalam paru – paru terjadi pertukaran oksigen dan karbondiksida. Karbondioksida dikeluarkan pada saat menghembuskan napas.

Sistem Pencernaan pada Mamalia

Hewan pemakan tumbuhan disebut herbivora, mempunyai alat pencernaan mekanik berupa gigi yang tersusun atas:

(1) Gigi Seri, terdapat pada rahang bawah yang berfungsi untuk merenggut makanan.

(2) Gigi Geraham, yang dataran pengunyahnya bergaris tajam.

Hewan pemakan daging disebut karnivora. Susunan gigi karnivora amat kuat, dan tersusun atas 3 jenis:

(1) Gigi seri yang tajam.

(2) Gigi taring, yang besar dan tajam untuk merobek mangsa dan makanannya.

(3) Gigi geraham, yang tajam sehingga dapat untuk mengunyah makanan yang keras dan liat.

Golongan pemakan segala tumbuhan dan daging disebut omnivora. Susunan giginya tidak jauh berbeda dengan manusia.

Sapi dan kerbau adalah hewan pemamah biak makanan dua kali masuk ke dalam mulutnya. Rumput yang direnggut oleh gigi serinya tidak dikunyah tetapi langsung ditelan. Melalui kerongkongan rumput masuk ke perut besar. Di sini terdapat bakteri yang mengeluarkan enzim untuk mencernakan dinding sel rumput. Kemudian sedikit demi sedikit makanan masuk ke perut jala. Di perut jala makanan membentuk gumpalan-gumpalan kecil dan dikembalikan lagi ke perut. Sambil berbaring, sapi mengunyah gumpalan-gumpalan makanan itu hingga lembut, kemudian menelannya kembali dan makanan masuk ke perut kitab. Di perut kitab makanan lalu diteruskan ke perut masam yang merupakan lambung sebenarnya. Akhirnya makanan diteruskan ke usus halus dan sari makanan diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah.

Sistem Ekskresi pada Mamalia

Sistem ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya.

Alat ekskresi mamalia terdiri dari paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Paru-paru mengeluarkan zat sisa berbentuk gas, yaitu karbondioksida. Hati mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Ginjal menghasilkan zat sisa berupa urine. Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat.

Sistem Saraf pada Mamalia

Gambar sistem saraf mamalia

System saraf mamalia terdiri dari system saraf pusat dan system saraf tepi. System saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dibedakan menjadi otak besar, otak tengah, dan otak kecil. Otak besar merupakan pusat kesadaran dan kecerdasan. Bagian atas otak tengah merupakan pusat penglihatan dan pendengaran. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan dan koordinasi gerakan tubuh. Sumsum tulang belakang menghubungkan otak ke ruas tulang belakang. Dari ruas tulang belakang, saraf bercabang – cabang menuju ke seluruh bagian tubuh.

Sistem Gerak pada Mamalia

Mempunyai dua pasang anggota gerak dengan bermacam-macam bentuk, untuk berjalan, memegang, memanjat, menggali, berenang dan lain-lain. Tungkai depan berjari 5, tungkai belakang berjari 4 (lebih kuat dan lebih panjang), sesuai untuk melompat). Sistem skeletal terdapat columna vertebralis (ruas tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang rusuk), scapula (tulang belikat), clavicula (tulang selangka), dan lain-lain.

Sistem Indra pada Mamalia

Mempunyai lidah yang berlapis lendir dan berpapila perasa. Indra penglihatan dengan sepasang mata berkelopak mata atas dan kelopak mata bawah yang dapat dipejamkan. Pada sudut mata terdapat plika semilunaris (sisa membrane niktitans). Pada kelinci daun telinga relatif panjang, mempunyai membran timpani dan tulang pendengar malleus, inkus, stapes. Organ penciuman lebih efektif. Kulit juga berperan sebagai organ ekskresi. Pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar buntu yang menghasilkan hormon insulin.

Sistem Reproduksi pada Mamalia

Sistem Genitalia Jantan

a) Testis berjumlah sepasang, bentuknya bulat telur dan terletak di dalam skrotum, dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis tergantung pada hewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas. Lintasan antara rongga abdomen dan rongga skrotum disebut saluran inguinal.

b) Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferen kemudian akan menuju epididimis. Epididimis terletak di sekeliling testis. Epididimis anterior (kaput epididimis) lalu ke arah posteriorkorpuus dan kauds yang berbatasan dengan duktus deferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktus deferen, dan vesikula seminalis.

Sistem Genitalia Betina

a) Ovarium berjumlah sepasang, merupakan organ yang kompak, dan terletak di dalam pelvis.

b) Saluran reproduksi

Pada monotremata oviduk hanya sebelah kiri yang berasal dari duktus Muller. Oviduk bagian posteriornya berdilatasi membentuk uterus yang mensekresikan bungkus telur. Oviduk menuju ke sinus urogenital dan bermuara di kloaka. Pada mamalia yang lain, duktus Muller membentuk oviduk, uterus, dan vagina. Bagian anterior oviduk (tuba falopi) membentuk infundibulum yang terbuka ke arah rongga selom.

Ada 4 macam tipe uterus:

  • Dupleks: uterus kanan dan kiri terpisah dan bermuara secara terpisah ke vagina.
  • Bipartil: uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagina dengan satu lubang.
  • Bikornuat: bagian uterus kanan dan kiri lebih banyak yang bersatu bermuara ke vagina dengan satu lubang.
  • Simpleks: semua uterus bersatu sehingga hanya memiliki badan uterus.

Peranan Mamalia bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan mamalia yang menguntungkan antara lain:

a) Sumber protein hewani (ternak sapi, kelinci, kambing).

b) Diambil susunya (sapi, kambing, kuda).

c) Sebagai bahan pakaian dari kulit yang disamak, atau rambutnya (lembu, kambing, paus, domba, rubah, berang-berang, opossum, kelinci).

d) Sumber bahan bakar (minyak dari lemak paus, anjing laut).

e) Untuk transportasi (kuda, unta, gajah, kerbau, lembu).

f) Untuk berburu, memetik buah kelapa (misalnya anjing dan kera).

g) Membantu polisi dalam penyelidikan kasus kriminalitas (anjing pelacak).

h) Berbagai atraksi ketrampilan (sepak bola gajah, permainan matador banteng, atraksi lumba-lumba).

i) Di bidang sains sebagai bahan praktikum dan penelitian bagi para mahasiswa. Memberantas nyamuk (kelelawar, mencit).

j) Untuk bahan kerajinan tangan dari tulang, tanduk, kulit).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar